• Home
  • Edit
  • Berbagi Info: Unik
    Tampilkan postingan dengan label Unik. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Unik. Tampilkan semua postingan

    Kamis, 26 Desember 2013

    Fitting Lampu Led Emergency + Remot Control

    Fitting Lampu Led Emergency + Remot Control dengan system on/off yang berfungsi secara otomatis apabila listrik padam maka lampu emergency otomatis akan menyala dengan sendirinya, begitu juga sebaliknya dan pengechasannya pun secara otomatis pula.
    Adapun cara pakai fitting lampu led  ini yaitu : pasanglah fitting lampu ini pada rumah fitting yang ada pada rumah agan, lalu pasanglah lampu neon/bohlam pada tengah-tengah fitting lampu led tersebut, dan pastikan fitting lampu emergency led selalu dalam keadaan on terus (tombol on/off ada di samping casing fitting emergency sebelah lampu indikator warna merah).
    Fitting lampu ini sangat membantu anda, ketika listrik dalam kondisi padam. Maka, anda tidak perlu repot-repot mencari atau menyalakan lilin, ataupun menyalakan lampu emergency portable, karena fitting lampu ini akan membantu anda, sebagai sinar/cahaya alternatif secara otomatis.
    Apalagi di daerah anda yang sering kebagian pemadaman lampu, atau mungkin anda yang menggunakan listrik PLN token pra bayar, di saat listrik anda kehabisan pulsa karena anda lupa mengisinya, maka fitting lampu ini dapat menjadi solusi bagi anda sekeluarga.
    Spesifikasi Fitting Lampu Led :
    - 1 buah remot control untuk mematikan lampu emergency dari jarak jauh
    - Terdapat 20 lampu led
    - Menggunakan baterai asam timbal yang mudah diisi ulang serta bebas biaya perawatan
    - Nyala lampu emergency tahan hingga 8 jam ketika menyala
    - Nyala lampu emergency super cerah dan putih
    - Daya hanya 1.6watt
    - System otomatis
    - Tidak boleh menggunakan lampu neon/bohlam lebih dari 60 watt

    Kode:  FLLE

    Harga Fitting Lampu Emergency :
    * Order 1 – 2 pcs                = Rp 95.000,-
    * Order 3 – 6 pcs               = Rp 90.000,-
    * Order 7 – 10 pcs            = Rp 85.000,-
    * Order 11 pcs keatas     = Rp 80.000,-

    Untuk Pemesanan Silakan Telp/ SMS Ke: 085691291499
    Format SMS: Nama Barang_Kode_Jumlah_Nama Pembeli_Alamat Lengkap


    Proses Pembelian:
    1. Telp/ SMS untuk Pemesanan
    2. Kami berikan jawaban mengenai ketersediaan barang, harga barang,
    biaya pengiriman via Tiki/ JNE, serta Nomor Rekening kami (a.n Cipto Riyanto)
    3. Pembeli melakukan Transfer dan konfirmasi via SMS
    4. Kami Siapkan barang dan kirim via Tiki/ JNE Setelah itu kami kirimkan no. Resi bukti pengiriman
    5. Barang Diterima Konfirmasi kepada kami. Proses Selesai

    Selasa, 30 Oktober 2012

    Mitos asal muasal larangan menikah Sunda-Jawa

    Pernahkah anda mendengar bahwa orang Sunda dilarang menikah dengan orang Jawa atau sebaliknya? Ternyata hal itu hingga ini masih dipercaya oleh sebagian masyarakat kita. Lalu apa sebabnya?

    Mitos tersebut hingga kini masih dipegang teguh beberapa gelintir orang. Tidak bahagia, melarat, tidak langgeng dan hal yang tidak baik bakal menimpa orang yang melanggar mitos tersebut.

    Lalu mengapa orang Sunda dan Jawa dilarang menikah dan membina rumah tangga. Tidak ada literatur yang menuliskan tentang asal muasal mitos larang perkawinan itu. Namun mitos itu diduga akibat dari tragedi perang Bubat.

    Peristiwa Perang Bubat diawali dari niat Prabu Hayam Wuruk yang ingin memperistri putri Dyah Pitaloka Citraresmi dari Negeri Sunda. Konon ketertarikan Hayam Wuruk terhadap putri tersebut karena beredarnya lukisan sang putri di Majapahit, yang dilukis secara diam-diam oleh seorang seniman pada masa itu, bernama Sungging Prabangkara.

    Hayam Wuruk memang berniat memperistri Dyah Pitaloka dengan didorong alasan politik, yaitu untuk mengikat persekutuan dengan Negeri Sunda. Atas restu dari keluarga kerajaan Majapahit, Hayam Wuruk mengirimkan surat kehormatan kepada Maharaja Linggabuana untuk melamar Dyah Pitaloka. Upacara pernikahan rencananya akan dilangsungkan di Majapahit.

    Maharaja Linggabuana lalu berangkat bersama rombongan Sunda ke Majapahit dan diterima serta ditempatkan di Pesanggrahan Bubat. Raja Sunda datang ke Bubat beserta permaisuri dan putri Dyah Pitaloka dengan diiringi sedikit prajurit.

    Menurut Kidung Sundayana, timbul niat Mahapatih Gajah Mada untuk menguasai Kerajaan Sunda. Gajah Mada ingin memenuhi Sumpah Palapa yang dibuatnya pada masa sebelum Hayam Wuruk naik tahta, sebab dari berbagai kerajaan di Nusantara yang sudah ditaklukkan Majapahit, hanya kerajaan Sunda lah yang belum dikuasai.

    Dengan maksud tersebut, Gajah Mada membuat alasan oleh untuk menganggap bahwa kedatangan rombongan Sunda di Pesanggrahan Bubat adalah bentuk penyerahan diri Kerajaan Sunda kepada Majapahit. Gajah Mada mendesak Hayam Wuruk untuk menerima Dyah Pitaloka bukan sebagai pengantin, tetapi sebagai tanda takluk Negeri Sunda dan pengakuan superioritas Majapahit atas Sunda di Nusantara. Hayam Wuruk sendiri disebutkan bimbang atas permasalahan tersebut, mengingat Gajah Mada adalah Mahapatih yang diandalkan Majapahit pada saat itu.

    Versi lain menyebut bahwa Raja Hayam Wuruk ternyata sejak kecil sudah dijodohkan dengan adik sepupunya Putri Sekartaji atau Hindu Dewi. Sehingga Hayam Wuruk harus menikahi Hindu Dewi sedangkan Dyah Pitaloka hanya dianggap tanda takluk.

    "Soal pernikahan itu, teori saya tentang Gajah Mada, Gajah Mada tidak bersalah. Gajah Mada hanya melaksanakan titah sang raja. Gajah Mada hendak menjodohkan Hayam Wuruk dengan Diah Pitaloka. Gajah mada Ingin sekali untuk menyatukan antara Raja Sunda dan Raja Jawa lalu bergabung. Indah sekali," tegas sejarawan sekaligus arkeolog Universitas Indonesia (UI) Agus Aris Munandar.

    Hal ini dia sampaikan dalam seminar Borobudur Writers & Cultural Festival 2012 bertemakan; 'Kontroversi Gajah Mada Dalam Perspektif Fiksi dan Sejarah' di Manohara Hotel, Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jateng, Selasa (30/10).

    Pihak Pajajaran tidak terima bila kedatangannya ke Majapahit hanya menyerahkan Dyah Pitaloka sebagai taklukan. Kemudian terjadi insiden perselisihan antara utusan Linggabuana dengan Gajah Mada.

    Perselisihan ini diakhiri dengan dimaki-makinya Gajah Mada oleh utusan Negeri Sunda yang terkejut bahwa kedatangan mereka hanya untuk memberikan tanda takluk dan mengakui superioritas Majapahit, bukan karena undangan sebelumnya. Namun Gajah Mada tetap dalam posisi semula.

    Belum lagi Hayam Wuruk memberikan putusannya, Gajah Mada sudah mengerahkan pasukan Bhayangkara ke Pesanggrahan Bubat dan mengancam Linggabuana untuk mengakui superioritas Majapahit. Demi mempertahankan kehormatan sebagai ksatria Sunda, Linggabuana menolak tekanan itu.

    Terjadilah peperangan yang tidak seimbang antara Gajah Mada dengan pasukannya yang berjumlah besar, melawan Linggabuana dengan pasukan pengawal kerajaan (Balamati) yang berjumlah kecil serta para pejabat dan menteri kerajaan yang ikut dalam kunjungan itu. Peristiwa itu berakhir dengan gugurnya Raja Linggabuana, para menteri, pejabat kerajaan beserta segenap keluarga kerajaan Sunda di Pesanggrahan Bubat.

    Tradisi menyebutkan sang Putri Dyah Pitaloka dengan hati berduka melakukan bela pati atau bunuh diri untuk membela kehormatan bangsa dan negaranya. Menurut tata perilaku dan nilai-nilai kasta ksatria, tindakan bunuh diri ritual dilakukan oleh para perempuan kasta tersebut jika kaum laki-lakinya telah gugur. Perbuatan itu diharapkan dapat membela harga diri sekaligus untuk melindungi kesucian mereka, yaitu menghadapi kemungkinan dipermalukan karena pemerkosaan, penganiayaan, atau diperbudak.

    Hayam Wuruk pun kemudian meratapi kematian Dyah Pitaloka. Akibat peristiwa Bubat ini, bahwa hubungan Hayam Wuruk dengan Gajah Mada menjadi renggang. Gajah Mada sendiri menghadapi tentangan, kecurigaan, dan kecaman dari pihak pejabat dan bangsawan Majapahit, karena tindakannya dianggap ceroboh dan gegabah. Mahapatih Gajah Mada dianggap terlalu berani dan lancang dengan tidak mengindahkan keinginan dan perasaan sang Mahkota, Raja Hayam Wuruk sendiri.

    Tragedi perang Bubat juga merusak hubungan kenegaraan antar Majapahit dan Pajajaran atau Sunda dan terus berlangsung hingga bertahun-tahun kemudian. Hubungan Sunda-Majapahit tidak pernah pulih seperti sedia kala.

    Pangeran Niskalawastu Kancana, adik Putri Dyah Pitaloka yang tetap tinggal di istana Kawali dan tidak ikut ke Majapahit mengiringi keluarganya karena saat itu masih terlalu kecil dan menjadi satu-satunya keturunan Raja yang masih hidup dan kemudian akan naik takhta menjadi Prabu Niskalawastu Kancana.

    Kebijakan Prabu Niskalawastu Kancana antara lain memutuskan hubungan diplomatik dengan Majapahit dan menerapkan isolasi terbatas dalam hubungan kenegaraan antar kedua kerajaan. Akibat peristiwa ini pula, di kalangan kerabat Negeri Sunda diberlakukan peraturan larangan estri ti luaran (beristri dari luar), yang isinya diantaranya tidak boleh menikah dari luar lingkungan kerabat Sunda, atau sebagian lagi mengatakan tidak boleh menikah dengan pihak Majapahit. Peraturan ini kemudian ditafsirkan lebih luas sebagai larangan bagi orang Sunda untuk menikahi orang Jawa.

    Tindakan keberanian dan keperwiraan Raja Sunda dan putri Dyah Pitaloka untuk melakukan tindakan bela pati (berani mati) dihormati dan dimuliakan oleh rakyat Sunda dan dianggap sebagai teladan. Raja Lingga Buana dijuluki 'Prabu Wangi' (bahasa Sunda: raja yang harum namanya) karena kepahlawanannya membela harga diri negaranya. Keturunannya, raja-raja Sunda kemudian dijuluki Siliwangi yang berasal dari kata Silih Wangi yang berarti pengganti, pewaris atau penerus Prabu Wangi.

    Beberapa reaksi tersebut mencerminkan kekecewaan dan kemarahan masyarakat Sunda kepada Majapahit, sebuah sentimen yang kemudian berkembang menjadi semacam rasa persaingan dan permusuhan antara suku Sunda dan Jawa yang dalam beberapa hal masih tersisa hingga kini. Antara lain, tidak seperti kota-kota lain di Indonesia, di kota Bandung, ibu kota Jawa Barat sekaligus pusat budaya Sunda, tidak ditemukan jalan bernama 'Gajah Mada' atau 'Majapahit'. Meskipun Gajah Mada dianggap sebagai tokoh pahlawan nasional Indonesia, kebanyakan rakyat Sunda menganggapnya tidak pantas akibat tindakannya yang dianggap tidak terpuji dalam tragedi ini.

    sumber; http://id.berita.yahoo.com/mitos-asal-muasal-larangan-menikah-sunda-jawa-050028273.html

    Rabu, 11 Juli 2012

    Rp 7,3 Miliar Melayang Gara-gara Dua Kaleng Soda



    Ronaldinho dan dua kaleng Pepsi Cola (Yahoo! Eurosport)


    Apes benar nasib Ronaldinho. Penyerang 32 tahun yang pernah dua kali menjadi pemain sepak bola terbaik dunia itu harus kehilangan kontrak kerja senilai 500 ribu Poundsterling per tahun (setara dengan Rp 7,3 miliar) gara-gara dua kaleng Pepsi Cola.

    Penyebabnya karena Ronaldinho hadir di acara jumpa pers yang diselenggarakan oleh klub barunya Atletico Miniero sekitar sebulan yang lalu. Di acara tersebut ada dua kaleng Pepsi Cola di atas meja dan Ronaldinho yang sedang menjawab pertanyaan dari jurnalis.

    Pepsi Cola tentu bukan minuman yang diharamkan oleh MUI. Tapi diharamkan oleh Coca Cola.

    Mantan pemain Barcelona itu memang sedang terikat kontrak kerja dengan Coca-Cola, seteru bisnis Pepsi Cola. Foto yang menunjukkan dua kaleng Pepsi Cola 'duduk' satu meja dengan Ronaldinho tentu bukan hal yang bisa diterima dari sisi profesionalisme.

    "Adalah fakta ia tampil bersama kaleng Pepsi. Kontrak sponsor dari kami tak bisa diteruskan, ini memalukan," cetus Marcelo Pontes, Direktur Marketing Coca Cola kepada koran O Estado de Sao Paulo seperti yang dimuat di Yahoo! Eurosport.

    Karier Ronaldinho memang semakin menurun. Ia pernah bersinar bersama Barcelona. Lalu kemudian pindah ke AC Milan.

    Sayangnya gaya hidup Ronaldinho tidak mencerminkan kedisiplinan. Ia senang berpesta di klub malam sampai subuh tiba. Ia juga sering bolos datang ke tempat latihan.

    Bakat luar biasa dari Tuhan tidak ia jaga dan rawat. Klub-klub yang menggajinya dengan mahal pun merasa kecewa karena uang yang dikeluarkan tidak sebanding dengan penampilan dan kontribusinya di lapangan.

    sumber: http://id.berita.yahoo.com/blogs/arena/rp-7-3-miliar-melayang-gara-gara-dua-kaleng-soda.html;

    Pembantu Asal Indonesia Jadi Miliarder

    Jakarta (ANTARA) - Seorang pembantu rumah tangga asal Indonesia mendadak jadi kaya raya karena memperoleh warisan senilai lebih 20 juta riyal Saudi atau sekitar Rp50 miliar dari majikannya.
    Seperti diberitakan harian lokal Okaz pada 9 Juli, TKW Indonesia yang dirahasiakan namanya ini datang ke Arab Saudi berbekal visa kerja. Ia bekerja pada seorang majikan yang berprofesi sebagai pengusaha kaya yang memiliki beragam properti di Kota Thaif.
    Setelah sekian lama, majikan memutuskan untuk menikahinya. Namun, usia pernikahannya tidak berlangsung lama karena majikan yang juga suaminya keburu dipanggil Yang Maha Kuasa.
    Menurut Abdullah Umar, seorang pemerhati sosial di Arab Saudi, majikan itu meninggalkan harta benda berupa tanah dan bangunan yang terdapat di beberapa sudut kota dan di pinggiran jalan raya Kota Thaif. TKW itu memutuskan menetap di Arab Saudi sampai memperoleh bagian dari peninggalan suaminya.
    Setelah lebih dari delapan tahun proses perundingan dengan semua ahli waris, hakim pengadilan Syeikh Abdurrahman Al-Dakhil pekan silam memutuskan bahwa TKW itu berhak mendapatkan bagian dari harta peninggalan suaminya.
    TKW mujur ini memperoleh bagian senilai lebih dari 20 juta riyal dari sejumlah tanah dan gedung apartemen peninggalan mendiang suaminya yang ditaksir bernilai 300 juta riyal Saudi setelah dijual melalui proses lelang terbuka.(rr)

    sumber: http://id.berita.yahoo.com/pembantu-asal-indonesia-jadi-miliarder-072726081.html

    Kamis, 05 Juli 2012

    Pemerintah AS: Putri Duyung Itu Tidak Ada

    Pemerintah Amerika Serikat telah memastikan kepada warganya bahwa tidak ada yang namanya mayat hidup atau yang biasa disebut zombie dan putri duyung di dunia ini. Seorang pejabat mengatakan, “Tidak ada bukti mengenai keberadaan makhluk air setengah manusia pernah ditemukan.”

    “Putri duyung, yang merupakan makhluk setengah manusia dan setengah ikan tersebut, hanyalah makhluk laut dalam legenda,” demikian pernyataan National Ocean Service (NOS).


    Badan tersebut, yang bertugas untuk menanggapi bencana alam, menerima banyak surat yang menanyakan keberadaan putri duyung  setelah stasiun Animal Planet milik Discovery Channel menyiarkan acara “Mermaids: The Body Found” pada Mei lalu.

    “Acara tersebut menayangkan sebuah gambaran mengenai keberadaan putri duyung, bagaimana rupa mereka, dan mengapa mereka hidup bersembunyi... hingga kini,” demikian pernyataan pihak Discovery Channel dalam sebuah jumpa pers.

    Sebaliknya, pemerintah Amerika Serikat bersikeras bahwa makhluk seperti putri duyung tidak pernah ada dan mengatakan tidak ada bukti nyata mengenai keberadaannya.

    Pernyataan tersebut muncul setelah badan pemerintah lainnya, US Centers for Disease Control and Prevention (CDC), mengumumkan bahwa keberadaan mayat hidup atau zombie tidak pernah terbukti.

    Pihak CDC telah menerbitkan instruksi mengenai cara menyelamatkan diri dari “bahaya zombie”. Badan tersebut menyebutnya sebagai “sebuah iklan yang main-main untuk mendapatkan penonton yang lebih banyak”.

    Iklan tersebut dikeluarkan setelah terjadi serangkaian serangan brutal yang mengarah ke tindakan kanibalisme di Amerika Utara.

    Dalam salah satu serangan yang terjadi 26 Mei lalu, seorang pria berusia 31 tahun dari Miami bertelanjang bulan dan menggigit wajah seorang pria tunawisma. Seketika jejaring sosial Twitter menjadi ramai oleh perbincangan tentang bahaya nyata dari bahaya zombie.

    Pihak CDC merespon dengan cepat atas merebaknya isu zombie tersebut.

    “CDC tidak mengetahui jenis virus ataupun kondisi pasti seseorang yang bisa hidup kembali dari kematiannya,” demikian email seorang juru bicara pemerintah kepada Huffington Post.

    Meskipun zombie merupakan sebuah ancaman, cerita mengenai putri duyung justru menggambarkan putri duyung sebagai makhluk yang baik dan jinak.

    Namun pernyataan pihak NOS mengaitkan mahkluk bersirip tersebut dengan makhluk berbahaya  dalam cerita dongeng.

    “Makhluk setengah manusia juga ada dalam dongeng, selain putri duyung, terdapat pula makhluk baik berkepala manusia, Satyr (makhluk menyerupai domba), dan makhluk menyeramkan minotaur,” ungkap NOS.

    sumber: http://id.berita.yahoo.com/pemerintah-as-putri-duyung-itu-tidak-ada.html

    Rabu, 02 Mei 2012

    Tim Ekspedisi Khatulistiwa Temukan Kodok Purba Sebesar Ayam

    REPUBLIKA.CO.ID, KAPUAS HULU – Tim Ekspedisi Khatulistiwa Subkorwil 03/Putussibau menemukan kodok purba yang berukuran sebesar ayam. Kodok berukuran panjang sekitar 41 centimeter dan lebar 18 centimeter itu ditemukan di Gunung Batu Lobang Tanah, Putussibau, Kalimantan Barat. Tim jelajah wilayahsubkorwil 03/Putussibau yang dipimpin Letda Inf Muhamad Zoddiqul menemukan kodok yang diduga spesies langka tersebut saat menjelajah patok perbatasan RI-Malaysia pada koordinat 3006 - 3992. “Kodok berukuran besar itu kami temukan tengah hinggap di atas sebatang pohon besar yang telah tumbang,” kata Zoddiqul, Rabu (2/5). Kodok tersebut memiliki ukuran panjang dari ujung kepala sampai ujung kaki sekitar 41 centimeter dan lebar lebar 18 centimeter. Kodok itu juga memiliki kulit yang kasar dan kasar. “Terdapat tonjolan keras dan kasar seperti kulit buaya,” kata Zoddiqul. Kodok tersebut kemudian dilepaskan kembali ke tempat semula setelah didokumentasikan. Tim jelajah lalu kembali melanjutkan perjalanan mengecek patok perbatasan. Wadansubkorwil 03/Putussibau, Mayor Inf Muhammad Aidi, mengatakan pihaknya akan melakukan penelitian lebih lanjut terkait penemuan tersebut. “Kami akan menerjunkan tim peneliti ke wilayah ditemukannya kodok itu. Tim akan memastikan spesies kodok itu dan seberapa banyak populasinya,” kata Aidi. sumber: http://id.berita.yahoo.com/tim-ekspedisi-khatulistiwa-temukan-kodok-purba-sebesar-ayam-070951020.html

    Senin, 05 Maret 2012

    Perempuan Ini Bangkit dari Mati

    TEMPO.CO , Jakarta - Li Xiufeng, perempuan Cina berusia 95 tahun ini, telah membuat para tetangganya tertegun. Enam hari lalu Xiufeng ditemukan meninggal dunia, lalu jenazahnya diletakkan di dalam peti mati.

    Xiufeng ditemukan dalam keadaan sudah tidak bergerak dan tidak bernapas di tempat tidurnya, dua minggu setelah lansia ini tersandung dan menderita cedera kepala di rumahnya di Beiliu, Provinsi Guangxi. Tetangga yang menemukannya dalam keadaan demikian pun memikirkan hal terburuk telah terjadi: Xiufeng telah meninggal dunia.

    Peti mati pun disiapkan. Tubuh Xiufeng yang telah tak bernyawa ditidurkan di dalam peti mati di rumahnya dalam keadaan tak bersegel, sesuai dengan tradisi Cina, supaya para teman dan kerabat bisa memberi penghormatan terakhir.

    Tapi sehari sebelum pemakaman, tetangganya melihat peti mati itu dalam keadaan kosong. Setelah mencari-cari, mereka menemukan lansia itu sedang memasak di dapur.

    Chen Qingwang, 60 tahun, adalah tetangga yang menemukan Xiufeng sudah tak bernyawa. Menurut Qingwang, saat melihat tubuh Xiufeng tak bergerak dan tak bernapas, ia telah mencoba membuat lansia itu bangun. Ia memanggil-manggil nama Xiufeng dan mengguncang-guncang tubuhnya. Qingwang juga sempat memberi pernapasan buatan, tapi Xiufeng tak bereaksi.

    "Saya pikir dia sudah meninggal, tapi memang tubuhnya tidak dingin dan kaku," kata Qingwang.

    Xiufeng tinggal sendirian di rumahnya. Jadi, Qingwang dan anaknyalah yang menyiapkan upacara pemakaman. Xiufeng telah berada di peti mati selama dua hari sebelum "bangkit".

    "Kami sangat terkejut dan segera minta tetangga-tetangga lain untuk minta tolong," kata Qingwang.

    Apa kata Xiufeng, yang "bangkit" dari peti mati kemudian memasak di dapurnya? "Sepertinya saya tidur dalam waktu yang lama. Waktu bangun, saya merasa sangat lapar. Makanya saya memasak sesuatu untuk makan," ujarnya.

    Menurut ahli medis, Xiufeng mengalami kematian yang tak nyata, yaitu ketika seseorang telah tak bernapas, tapi tubuh mereka masih hangat.

    "Syukurlah ada tradisi penghormatan jenazah beberapa hari sebelum pemakaman, Xiufeng bisa diselamatkan," katanya.

    DAILYMAIL I NIEKE INDRIETTA

    sumber: http://id.berita.yahoo.com/perempuan-ini-bangkit-dari-mati-064947973.html

    Kamis, 03 November 2011

    Temukan Ular Berkepala Dua, Tukang Kebun Syok

    VIVAnews -- Seorang tukang kebun syok, kaget saat melihat seekor ular. Bukan karena ia fobia dengan hewan melata itu, tapi bentuk hewan itu yang tak biasa: berkepala dua.

    Saat itu, Paul Carver sedang menyemprotkan cairan pembasmi rumput di lahannya. Ia menemukan sejumlah ular kecil. Saat mengamati kerumunan ular itu, ia menjumpai salah satu hewan reptil itu berkepala dua. Meski bentuknya aneh, ular itu merayap tanpa masalah.

    "Reaksi pertamaku adalah bagaimana secepatnya pergi, tapi kupikir ini hal aneh. Lantas aku menimbang apa yang harus aku lakukan dengan hewan ini," kata dia seperti dimuat Daily Mail.

    Pria asal Clarksville, Tennessee itu lantas menelepon temannya, Dale Granstaff, seorang petugas di Balai Margasatwa.

    Sementara, Grandstaff mengatakan, "Ada jutaan ular di dunia ini, juga telur-telurnya. Dalam setahun, mungkin ada beberapa ular yang terlahir seperti ini." Namun, dia menambahkan, "Pada dasarnya tidak mungkin bayi seperti itu dihasilkan di alam liar, secara alami."

    Ia memutuskan untuk menyerahkan ular jenis Kingsnake yang tak berbisa itu ke Tennessee Tech University. Hewan itu kini dianalisis seorang ahli bernama, Dr Dan Combs.

    Ada kekhawatiran ular itu tak bakal hidup lama. Sebab dua kepalanya memiliki keinginan yang berbeda. Yang kelihatan jelas, soal arah gerakan. Karena tak ada kepala yang dominan, dua kepala itu ingin mengendalikan tubuhnya. Suatu ketika, satu kepala mengarah ke luar, satu lainnya ingin tetap tinggal di dalam kandang.

    Demikian juga soal fisik, ular tersebut juga menunjukkan tanda-tanda cacat pada tulang belakang. Kondisi itu diperkirakan akan membuatnya sulit makan. Meski saat ini sudah bisa minum air. "Ini sangat menarik, saya telah melihat sejumlah binatang diawetkan dengan ekstra bagian tubuh, juga sebuah kura-kura yang hidup dengan dua kepala. Namun, saya tak ingat pernah melihat ular hidup dengan dua kepala," kata Dr Combs.

    Ahli reptil itu berharap ular aneh tersebut bisa bertahan hidup. Meski ia mengaku, tak terlalu optimistis. "Saya khawatir, ia ak bisa makan. Jika benar demikian kondisinya, hewan itu mungkin hanya bertahan satu minggu," kata dia.

    Namun, jika bayi ular berkepala dua itu menunjukkan tanda-tanda positif, bisa makan dengan normal, ia bisa hidup hingga 20 tahun dan mencapai panjang 1,8 meter. Namun, tetap, harapan hidupnya bisa berkurang tiga tahun karena kondisinya yang abnormal.

    sumber: http://dunia.vivanews.com/news/read/256058-temukan-ular-berkepala-dua--tukang-kebun-syok