• Home
  • Edit
  • Berbagi Info: Keuangan
    Tampilkan postingan dengan label Keuangan. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Keuangan. Tampilkan semua postingan

    Kamis, 22 Februari 2018

    Cara Memasang Papan Iklan Motor dan mendapatkan penghasilan tambahan

    Teknologi yang semakin canggih ini membuat banyak perusahaan start up baru bermunculan, banyak perusahaan start up masih mengusung platform yang sama yaitu sebagai media niaga namun ada juga perusahaan start up unik yang memiliki platform berbeda dengan konsep memasang papan iklan di motor. Ternyata tidak hanya beriklan lewat mobil seperti Ubiklan (baca juga : Cara Gabung di Ubiklan) kini sepeda motor pun banyak digunakan untuk media iklan. Aplikasi yang dimanfaatkan untuk pemasangan iklan di sepeda motor adalah Karta. Aplikasi ini dibuat dan dikembangkan oleh PT Karta Indonesia Global, dan menjadi aplikasi pertama yang menghubungkan antara pengendara kendaraan bermotor dengan pihak yang ingin memasang iklan. Nantinya aplikasi ini akan memasang iklan di sepeda motor dan sebagai gantinya pihak pengendara sepeda motor yang ditempeli dengan iklan tersebut akan mendapatkan penghasilan. Untuk pihak pengiklan bisa melakukan promosi sehingga kedua belah pihak akan diuntungkan.

    Pembayaran yang akan didapatkan oleh pengendara motor tergantung dengan berapa jarak km yang telah dia tempuh. Bagi Anda yang tertarik untuk bergabung menjadi pengendara, yuk simak :

    Cara Daftar Karta

    info selengkapnya klik di sini



    sumber: http://enjoykuis.com/cara-daftar-karta/


    Rabu, 01 April 2015

    Berapa Besar Gaji yang Harus Anda Peroleh untuk Bisa Hidup dengan Layak?

    Setiap tahun kita berharap gaji yang kita terima atau pendapatan dari usaha yang kita jalankan, bisa terus meningkat. Sebab, hey, harga barang-barang di sekitar kita terus merayap naik. Dan diam-diam tanpa kita sadari, selama ini pendapatan kita secara riil terus merosot gara-gara digerus angka inflasi yang tak kunjung henti.
    Lalu, berapa penghasilan atau pendapatan minimal yang harus kita peroleh untuk bisa hidup secara layak, ditengah kepungan angka inflasi yang tak pernah kunjung berhenti menari? 10 juta per bulan? 15 juta? Atau 30 juta? Mari kita sejenak luangkan waktu untuk dengan sungguh-sungguh menghitung berapa banyak kebutuhan hidup kita – demi meraih kehidupan yang penuh sejahtera nan bahagia……
    Sebelum menelisik angka demi angka yang tersaji, ada sedikit catatan yang perlu dikedepankan. Hidup layak dalam bayangan saya adalah hidup yang cukup nyaman, mapan, dan tidak kekurangan secara finansial. Sebab dengan itu Anda baru bisa menikmati hidup dan tidur dengan nyenyak. Sebaliknya, jika Anda masih serba kekurangan, atau apalagi tiap bulan dimaki-maki debt collector lantaran tagihan kartu kredit yang macet; maka itu artinya Anda masih belum hidup layak (bahasa kampungnya : financially incompetent).
    Perhitungan disini mengambil asumsi bahwa Anda sudah berkeluarga dengan dua anak (kalau Anda belum berkeluarga, maka angka-angka dibawah inilah yang kelak harus Anda penuhi). Mari kita mulai dengan biaya untuk kebutuhan hidup sehari–sehari.
    Biaya Kebutuhan Hidup Sehari-hari
    Berapa biaya kebutuhan hidup sehari-hari untuk sebuah keluarga dengan dua anak di kota besar seperti Jakarta atau Surabaya atau Medan? Kebutuhan sehari-hari adalah untuk makan (diselingi sebulan sekali makan sekeluarga di mal); untuk membayar iuran keamanan, bayar listrik, air PAM, langganan koran, beli sabun, rinso, odol, dan juga jajan/uang saku anak-anak serta sumbangan kanan kiri. Estimasi saya, Anda mesti mengeluarkan uang sejumlah Rp 4 juta per bulan untuk kebutuhan ini.
    Biaya Pendidikan Anak
    Oke, sekarang banyak sekolah SD Negeri yang gratis dan murah meriah (lantaran anggaran pendidikan yang meroket). Namun kalau Anda ingin menyekolahkan anak Anda di sekolah swasta yang kredibel (seperti Al Azhar, Lab School atau sejenisnya), plus kursus ini itu, maka dengan dua anak kita akan menghabiskan anggaran sekitar Rp 1 juta/bulan untuk investasi masa depan ini.
    Biaya Transportasi dan Komunikasi
    Tarif tol terus merambat naik dan kemacetan makin membuat penggunaan bensin boros. Dengan asumsi Anda membawa mobil ke kantor, dan biaya bensin ndak ditanggung oleh kantor; maka kita bisa menghabiskan sekitar Rp 1,5 juta per bulan untuk bensin, tol dan biaya parkir. Ditambah pengeluaran pulsa telpon dan langganan internet speedy, kita akan spend sekitar Rp 2 juta untuk pos ini.
    Biaya Kredit Mobil
    Beruntunglah Anda yang mendapat fasilitas car ownership dari kantor Anda…..Sebab jika tidak, atau kalau ingin menambah mobil sendiri lagi, Anda mesti mengalokasikan anggaran sekitar 130 – 200 jutaan (inilah uang yang mesti kita keluarkan untuk mobil bagi keluarga muda seperti Avanza, Toyota Rush, atau Nissan Grand Livina). Jika Anda membelinya dengan kredit (65 % masyarakat kita membeli mobil dengan kredit) serta dalam jangka 5 tahun; maka itu artinya kita mesti mengalokasikan dana sekitar Rp 4 juta per bulan untuk keperluan ini.
    Biaya Kredit Rumah
    Anda tidak ingin selamanya tinggal di Pondok Mertua Indah, bukan? Beruntung kalau Anda dapat warisan rumah tinggal dari bokap atau nyokap. Sebab, tempo hari saya melihat iklan sebuah rumah mungil ukuran 4 L (lu lagi lu lagi karena saking kecilnya ukuran rumah) untuk keluarga muda di area BSD (Bekasi Sono Dikit, maksudnya) sudah mencapai harga sekitar 400 juta-an. Dengan jangka waktu 10 tahun, dan dengan suku bunga yang alamak kok makin melangit, maka Anda harus mengeluarkan sekitar Rp 4 juta untuk kredit “istana peristirahatan” Anda yang lu lagi lu lagi ini.

    TOTAL : Rp 15 juta per bulan
    . Ya, angka inilah jumlah total dari rincian pengeluaran diatas. Dan angka inilah yang menurut saya merupakan jumlah minimal yang harus Anda berdua penuhi untuk bisa membangun keluarga yang layak dan kredibel di kota besar. Bagi Anda yang sudah mendapat penghasilan diatas angka 15 juta/bulan – congratulation. Bagi yang belum, maka segeralah berpikir keras dan ambil action untuk mencari cara memperoleh extra income (dengan halal tentunya).
    Berpikirlah secara kreatif untuk bisa menambah income. Lalu berikhtiar-lah dengan tekun, sebab Tuhan itu Maha Kaya. Kalau Anda kompeten, kreatif, dan tekun berusahan plus tekun berdoa, insya Allah rezeki yang barokah akan mengalir pada Anda. Think positive. Be optimistic 

    sumber: http://strategimanajemen.net/2008/11/17/berapa-besar-gaji-anda-untuk-bisa-hidup-dengan-layak/

    NOTE: Jika gaji Anda belum cukup, dan ingin menambah penghasilan sampingan yang layak, silakan KLIK DISINI.

    Rabu, 25 Maret 2015

    Agar Untung, Singkirkan Emosi Saat Lakukan Investasi

    Sebetulnya apa sih dasar dari berinvestasi? Apakah hanya beli saat harga murah, kemudian jual ketika harga mahal. Ternyata, tidak hanya itu.
    Investasi untuk jangka panjang. Kedengarannya mudah, namun tidak demikian kenyataanya. Setiap hari saya bertemu dengan para investor yang memahami konsep tersebut, namun mengalami kesulitan dalam implementasi.
    Bagi sebagian orang, pengetahuan tentang apa yang seharusnya mereka lakukan, dengan apa yang pada kenyataannya bisa mereka lakukan, adalah alasan utama kenapa mereka membutuhkan seorang Perencana Keuangan. Tujuannya untuk memberi mereka pandangan yang obyektif mengenai kondisi finansial mereka.
    Permasalahan dalam berinvestasi muncul karena kita sering merasa terburu–buru untuk mendapatkan hasil ketika semua terlihat berjalan dengan baik. Hal tersebut membuat kita merasa nyaman. Kita bisa bercerita tentang keberhasilan dalam berinvestasi ketika berkumpul dengan teman–teman. Namun demikian, untuk strategi investasi jangka panjang, strategi tersebut kurang dapat diandalkan.

    Diversifikasi Aset

    Kita tahu, kita harus melakukan diversifikasi aset, namun sebetulnya apa maknanya? Kita harus memiliki berbagai variasi dari jenis aset, termasuk aset–aset yang sebetulnya kurang kita sukai. Artinya kita harus membeli jenis aset yang justru kinerjanya kurang bagus.
    Investasi memiliki siklus. Jadi, hal yang terlihat bagus sekarang belum tentu dimasa depan kinerjanya juga bagus. Dengan kata lain, portofolio yang bagus haruslah memiliki aset– aset yang memiliki korelasi negatif satu sama lain – ketika satu bagian naik, maka bagian lainnya akan cenderung turun. Jika seluruh bagian dari portofolio Anda naik, berarti Anda tidak sedang melakukan diversifikasi.
    Bagaimana Anda bisa membeli di harga murah, dan menjual di harga tinggi, ketika seluruh portofolio Anda naik harganya ? Tidak asik sih melihat portofolio Anda turun nilainya, tapi memiliki disiplin untuk menjaga keseimbangan portofolio sangatlah penting untuk tujuan keuangan jangka panjang Anda.

    Perlunya Singkirkan Emosi

    Graphis - Singkirkan Emosi Saat Investasi _ CekAja.com Sumber: www.cuffelinks.com.au
    Investasi jangka panjang yang bagus artinya tidak mengejar atau mencari waktu yang tepat untuk keluar. Grafik di atas adalah contoh ilustrasi dari yang biasanya terjadi dan apa yang biasanya kita lakukan. Sekali lagi, cara untuk mengatasi permasalahan emosional dalam berinvestasi adalah memiliki tujuan jangka panjang yang jelas. Dalam perjalanannya, memang akan ada masa naik dan turun. Namun dengan tujuan yang jelas, kita tetap dapat memutuskan segala sesuatunya dengan lebih obyektif.
    Sayangnya, otak kita memang telah didesain untuk selalu mengejar keputusan yang emosional. Kita tahu harus membeli pada saat harga murah dan jual pada saat harga tinggi. Namun, yang kita lakukan justru membeli pada saat harga tinggi dan menjualnya ketika saham tersebut tidak memiliki kinerja baik. Itulah sebabnya kenapa investor menghasilkan kinerja dibawah rata–rata index.
    Studi DALBAR - CekAja.com
    Sumber: Studi DALBAR QAIB 2012
    Jangan beranggapan bahwa dana–dana yang dikelola secara profesional memiliki kinerja lebih baik. Sekitar 87% Manajer Investasi yang bermain di tingkatan Large-Cap, ternyata berkinerja jauh dibawah index selama 60 bulan belakangan. Permasalahan yang sama yang dihadapi para individu ketika mereka membiarkan emosi mengambil alih keputusan dan mengejar keuntungan jangka pendek.

    Bebas Emosi Memang Sulit, Namun Bisa Dilakukan

     Pendekatan terbaik yang dapat dilakukan para investor adalah dengan memiliki penasihat yang memiliki perencanaan keuangan jangka panjang yang matang, tanpa menghiraukan dinamika pasar jangka pendek.
    Investor harus mencari penasihat keuangan yang selalu menempatkan kepentingan para investor terlebih dahulu. Namun, jika Anda mencari nasihat broker yang mendapatkan komisi ketika Anda berinvestasi ke produknya, mereka bukanlah tempat yang tepat untuk berkonsultasi.
    Agar Anda menjadi lebih tenang, matikan update saham tiap 30 detik di handphone Anda. Terlalu menaruh perhatian pada kebisingan aktivitas saham jangka pendek akan membuat Anda salah dalam mengambil keputusan. Buatlah perencanaan jangka panjang, abaikan kebisingan aktivitas saham naik dan turun dalam jangka pendek, jaga emosi dan tetaplah pada perencanaan awal Anda, adalah cara terbaik untuk mendapatkan tujuan keuangan jangka panjang Anda.

    sumber: https://www.cekaja.com/info/agar-untung-singkirkan-emosi-saat-lakukan-investasi/



    Apakah Batu Akik Bisa Menjadi Investasi yang Menguntungkan?

    Tren batu akik menjadi fenomena yang menarik. Karena harganya yang terus melambung, para pecintanya seakan mengarahkan batu akik menjadi sebuah investasi. Apakah hanya akan menjadi sebuah tren dan akhirnya bernasib sama seperti tren investasi lain?
    Saat ini saya tertarik sekali mengamati dan ingin membahas mengenai fenomena batu akik yang meningkat sangat tajam di media massa, media sosial, dan pasar tradisional. Cukup menarik, pasalnya kenapa popularitas batu akik tiba-tiba meningkat begitu tajam dan melambungkan harga beli dan jualnya menjadi tidak rasional?
    Apa yang sebenarnya terjadi di sini?
    Dari hasil analisa di google trends, peningkatan minat terhadap batu akik di Indonesia meningkat sangat tajam dimulai pada bulan Agustus 2014.
    Kenapa hal tersebut bisa terjadi ?
    Tren Batu Akik 5 - CekAja.comTren Batu Akik 6 - CekAja.com Dari grafik pertama, terlihat bahwa peningkatan minat terhadap batu akik naik dengan sangat tajam. Dimulai sejak Agustus 2014, peningkatan itu masih terjadi hingga kini.
    Sedangkan, untuk grafik kedua, ada fenomena ketika batu milik mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun ikut mendorong popularitas batu akik di dalam negeri. Apalagi, Presiden ke-6 Republik Indonesia tersebut pernah memberikan batu bacan kepada Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Langkah ini ikut memengaruhi pergeseran tren.
    (Baca juga: Agar Untung, Singkirkan Emosi Saat Lakukan Investasi)
    Bahkan, setelah kejadian tersebut batu jenis bacan ini pun banyak diserbu orang. Alasannya, yang memberikan dan memakai adalah orang hebat. Akhirnya sebagian masyarakat pencinta batu pun merasa hebat ketika memakainya.
    Tren Batu Akik 3 - CekAja.com
    Sumber foto: Akun Instagram @AnyYudhoyono
    Gambar diatas adalah beberapa koleksi batu akik milik mantan Presiden SBY. Cukup mencengangkan, karena katanya taksiran harga batu tersebut bisa mencapai Rp 3 miliar per batu.

    Seperti Gelombang Cinta

    Direktur Utama Federal Reserve Alan Greenspan pernah mengungkapkan sebuah istilah Irrational Exuberance (euforia yang berlebihan). Saat itu, ia menggambarkan kegilaan pasar di Amerika Serikat terhadap harga saham teknologi yang melambung sangat tinggi pada fenomena Dotcom bubble pada tahun 1999 – 2000, serta Housing Bubble di sektor properti yang terjadi pada periode 2007 – 2008, yang memicu dampak sistemik dan resesi global. (Baca juga: 5 Tips Hindari Jebakan Investasi Bodong)
    Tidak hanya di Amerika Serikat, fenomena seperti ini juga pernah terjadi di Indonesia dan masih sangat jelas dalam ingatan kita semua, yaitu fenomena tanaman Gelombang Cinta.
    Lebih jelasnya, coba simak grafik dibawah ini.
    Tren Batu Akik 7 - CekAja.com Dalam grafik tersebut, terlihat peningkatan tren tanaman Gelombang Cinta meningkat tajam pada September 2007. Tanaman ini memiliki nama asli Anthurium, Wave of Lofe Variet yang biasa disebut dengan gelombang cinta. Penamaan Anthurium sendiri berasal dari bahasa Yunani, yang artinya bunga ekor.
    Pada grafik tersebut, setelah meningkat tajam pada bulan September, kemudian tren tanaman gelombang cinta pun akhirnya terjun bebas bulan Oktober, terkonsolidasi di bulan November, kemudian lenyap ditelan tangisan pasar yang sendu.
    Terdapat beberapa karakteristik yang dapat kita ambil dari tren– tren tersebut dimana kenaikan harga tidak bertahan lebih dari 2 tahun, kemudian terjun bebas ke titik terendah.
    • Dotcom bubble 1998 – 2000
    • Property Bubble 2007 – 2008
    • Tanaman Gelombang Cinta 2007 – 2008 (secara teknis hanya 4 bulan)

    Emosi Keuntungan

    Menurut Friederich Nietzsche dan Wilfred Trotter dalam bukunya “Instinct of the Herds in Peace and War ( 1914 )” menyebutkan bahwa perilaku manusia sebetulnya mirip kumpulan bebek atau sekelompok wildebeast yang bergerak secara beramai-ramai kesatu arah, dimana aktifitas tersebut tergerak secara otomatis karena faktor emosi. Emosi keserakahan (mengejar mangsa), dan emosi takut (dikejar macan).
    Dalam hubungannya dengan investasi, emosi serakah didorong oleh keinginan masyarakat untuk masuk kedalam pasar dan mendapatkan keuntungan sebesar–besarnya. Kemudian, karena terlalu banyak yang masuk, pasar pun menjadi jenuh. Selanjutnya emosi tersebut digantikan dengan rasa ketakutan massal dengan menjual secara beramai-ramai, sehinga harga barang tersebut menjadi turun.
    Fenomena Irrational Exuberance ini dapat dilihat dari dua sudut pandang;

    1.Pecinta atau Para Penggelut Bisnis
    Seorang pebisnis dituntut untuk membaca keinginan dan kebutuhan pasar. Bila kebutuhan tersebut tidak ada, maka tugas seorang entrepreneur adalah menciptakan pasar dan tren tersebut. Hal ini telah dijalankan dengan sangat baik oleh Steve Jobs dengan produk Apple-nya. Harga produksi produk iphone sebetulnya kurang dari 2 juta rupiah, namun dijual berkali lipat dari itu.

    Bukan tidak mungkin tren yang terjadi saat ini adalah hasil dari strategi branding dalam menciptakan permintaan dan tren yang dilakukan oleh para pebisnis dan pecinta. Mereka yang telah lama bergelut didunia tersebut, selain dapat membedakan antara batu asli dan palsu dengan mudah, mereka juga memiliki akses informasi dan peluang yang lebih cepat dibandingkan lainnya. Insting dan pengalaman yang dimiliki menuntun mereka untuk dapat mengambil keputusan dengan tepat.
    1. “Rest of the Herds”

    Bagi pemula yang ingin ikut kedalam tren ini, Anda akan dihadapkan dengan informasi yang tidak lengkap dan sepotong-potong. Seorang investor atau pedagang yang hanya ingin “masuk dan keluar” pada pasar tersebut tidak akan mendapat informasi yang lengkap seperti yang didapatkan di pasar modal, valuta asing dan komoditas yang memiliki informasi harga komprehensif dan terpusat.
    Informasi tersebut adalah histori transaksi, market cap, dan moving average seperti yang dilihat pada grafik dibawah.
    Tren Batu Akik 8 - CekAja.com Keterangan foto: Analisa Index Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dengan Technical Analytical Approach
    Informasi tersebut sangat dibutuhkan untuk memprediksi tren harga apakah akan terus naik atau ada pembalikan secara drastis seperti yang terjadi dengan tanaman gelombang cinta, dan crash (bubble).
    Tanpa informasi statistik maka yang dapat diandalkan adalah insting. Namun, insting tidak dengan mudah didapat tanpa adanya kecintaan terhadap barang tersebut.
    Jadi, meskipun Anda memiliki kecintaan dan ingin mengkoleksi atau berdagang, saran saya jangan memasukkan modal terlalu besar, dan jangan menahan barang tersebut terlalu lama. Bila ada penawar langsung, jual segera batu tersebut. Karena bila prediksi saya tidak salah, tren ini hanya akan bertahan beberapa bulan.
    Dan bagi Anda yang tidak punya kecintaan sama sekali terhadap batu-batu seperti itu, stay away from the monkey business!

    sumber: https://www.cekaja.com/info/apakah-batu-akik-bisa-menjadi-investasi-yang-menguntungkan/

    5 Alasan Kenapa Sebagian Besar Orang Tidak Bisa Kaya Hingga Akhir Hayatnya

    Mendapatkan rezeki barokah yang terus tumbuh mungkin harapan banyak orang. Sebab jika income kita hanya tumbuh 5% per tahun, kita mungkin tidak akan bisa menyisihkan uang untuk investasi. Dan itu artinya, kita bisa mengalami kenestapaan saat kelak kita sudah pensiun dari kerja.
    Pada sisi lain, harga tanah dan rumah kian melesat. Tanpa pertumbuhan rezeki yang signifikan, banyak pasangan muda yang tidak akan sanggup beli rumah, dan terkena sindrom MTMM + SM = mangan turu melu morotuo, sampe mati.
    Pertanyaannya adalah ini : kenapa sebagian besar orang pertumbuhan penghasilannya stagnan, dan tak kunjung bisa makmur? Kita akan melacaknya di pagi hari ini, sambil ditemani secangkir kopi hangat.
    Sejatinya ada sejumlah faktor yang mungkin bisa menjelaskan kenapa sebagian besar tidak bisa kaya hingga akhir hayatnya. Namun disini, kita hanya ingin melacak 5 alasan fundamental yang layak dikenang.

    Reason # 1 : Pessimism. 
    Ini soal mindset, soal belief yang bersemayam dalam alam bawah sadar. Sering, tanpa sadar banyak orang yang memiliki kilatan pesimisme dalam hatinya.
    Waduh biaya hidup kok makin mahal ya. Hidup kok makin susah ya. Ah, saya pasti tidak mungkin jadi direktur. Saya tidak punya bakat untuk jadi pengusaha sukses. Aduh, jangan-jangan saya tidak akan bisa beli rumah sampai pensiun nanti.
    Rentetan “negative self talk” seperti diatas mungkin kadang berkelebat dalam hati. Inilah serangkaian sugesti negatif yang acap membentuk bayang-bayang pesimisme dalam jiwa.
    And you know what? Energi negatif seperti itu akan diserap oleh Alam Semesta dan kemudian dibalikkan kepada raga Anda untuk menjadi KENYATAAN.
    Disini berlaku prinsip Law Of Attraction : what you think is what you get.
    Self talk negatif yang Anda pikirkan, akan mengembang, dan somehow benar-benar bisa menjadi fakta yang terasa begitu pahit.

    Reason # 2 : Bad Learning Spirit. 
    Perjalanan panjang untuk mengubah nasib sungguh tak mudah dijalani. Melelahkan, dan butuh “kecerdasan jalanan” (street smart) yang membahana. Dan karena itu, learning spirit mesti terus dikibarkan.
    Sayangnya, banyak orang yang tidak “panjang akal”. Banyak orang yang tidak punya resourfulness (punya kemandirian untuk belajar dan mencari solusi hingga tuntas, dan bukan manja, terus bertanya, dan malas mencari solusi secara mandiri). Inginnya terus dibimbing seperti anak SD. Tidak punya inisiatif untuk belajar secara mandiri, dan menemukan solusi yang aplikabel.
    Perjalanan mengubah nasib dan level kemakmuran pasti akan nyungsep saat self-learning spirit dan resourcefulness itu lenyap dari raga kita.

    Reason # 3 : No Action Talk Only. 
    NATO. Ini nih orang yang terlalu banyak celoteh, so keminter, namun ndak jalan-jalan. Kapan sugihe Le, nek sampeyan ndobos thok. Ndak pernah action.
    Saya punya teman yang memiliki karakter NATO ini. Setiap kali ketemu, bicara panjang lebar tentang rencananya, mau melakukan ini, dan itu, serta blah blah lainnya.
    Bulan depan ketika ketemu, dia ya masih ngomong hal yang sama. Dan yang keren, hampir semua rencananya itu belum ada yang dijalankan. Ini seperti orang delusional. Senenge ngalamun thok.
    Atau ada juga orang yang memang ingin berubah. Semua rencananya dipendam dalam hati (baguslah, orang ini tidak banyak omong).
    Namun hasilnya ternyata sama : apa yang dipendam dalam hati itu, terus saja dipendam sampai rambutnya ubanan. Alias no action juga.
    Mungkin orang itu malas. Mungkin orang itu suka menunda-nunda. Tunda terus saja sampai sampeyan pensiun mas. Baru setelah pensiun, kaget, lho kok tabunganku ndak cukup untuk hidup. Modyar kon.

    Reason # 4 : Low Resiliency. 
    Oke, akhirnya mungkin orang itu sudah mau bergerak. Akhirnya mau take action. Namun sayangnya, kurang gigih. Low level of resiliency. Begitu menghadapi problem, langsung menyerah. Langsung bubar jalan. Atau ngambek.
    Padahal puluhan studi tentang perubahan nasib manusia, menulis : elemen paling kunci dalam perjuangan mengubah level penghasilan itu adalah resiliensi, daya juang, keuletan dan kegigihan.
    Sebab narasi kesuksesan itu acap ditentukan, oleh sejauh mana kamu bisa terus berjalan saat cobaan demi cobaan datang menghadang. Saat kamu bisa bangun 9 kali, ketika kamu menemui kegagalan 8 kali.

    Reason # 5 : PELIT. 
     Elemen terakhir ini simpel, dan berurusan dengan dimensi spiritualitas.
    Alasan terakhir ini layak kita sebut, karena bersifat anti-tesa dengan ajaran klasik yang bunyinya seperti ini : The more you give, the more you get. Semakin banyak Anda memberi, Anda justu akan semakin kaya.
    Jalan keberkahan mungkin bisa terus terbuka, saat kita tekun memberi (memberi sedekah senyuman, sedekah ilmu, sedekah materi, atau juga sedekah kebaikan yang terus mengalir).
    Saat kita punya keikhlasan untuk berbagi kebaikan, mungkin pintu rezeki akan selalu datang dari arah yang tak terduga-duga.
    DEMIKIANLAH, lima reason kunci yang layak dikenang kenapa kita stuck dalam jalan hidup yang serba pas-pasan. Lima elemen itu adalah : 1) jiwa yang pesimis 2) learning spirit yang buruk, 3) no action talk only 4) low resiliency dan 5) PELIT.
     Selamat bekerja, teman. Selamat berbagi kebaikan demi keberkahan bersama.

    sumber: http://strategimanajemen.net/2015/03/09/5-alasan-kenapa-sebagian-besar-orang-penghasilannya-tetap-kecil-hingga-akhir-hayatnya/
    faceMendapatkan rezeki barokah yang terus tumbuh mungkin harapan banyak orang. Sebab jika income kita hanya tumbuh 5% per tahun, kita mungkin tidak akan bisa menyisihkan uang untuk investasi. Dan itu artinya, kita bisa mengalami kenestapaan saat kelak kita sudah pensiun dari kerja.
    Pada sisi lain, harga tanah dan rumah kian melesat. Tanpa pertumbuhan rezeki yang signifikan, banyak pasangan muda yang tidak akan sanggup beli rumah, dan terkena sindrom MTMM + SM = mangan turu melu morotuo, sampe mati.
    Pertanyaannya adalah ini : kenapa sebagian besar orang pertumbuhan penghasilannya stagnan, dan tak kunjung bisa makmur? Kita akan melacaknya di pagi hari ini, sambil ditemani secangkir kopi hangat.
    Sejatinya ada sejumlah faktor yang mungkin bisa menjelaskan kenapa sebagian besar tidak bisa kaya hingga akhir hayatnya. Namun disini, kita hanya ingin melacak 5 alasan fundamental yang layak dikenang.
    Reason # 1 : Pessimism. Ini soal mindset, soal belief yang bersemayam dalam alam bawah sadar. Sering, tanpa sadar banyak orang yang memiliki kilatan pesimisme dalam hatinya.
    Waduh biaya hidup kok makin mahal ya. Hidup kok makin susah ya. Ah, saya pasti tidak mungkin jadi direktur. Saya tidak punya bakat untuk jadi pengusaha sukses. Aduh, jangan-jangan saya tidak akan bisa beli rumah sampai pensiun nanti.
    Rentetan “negative self talk” seperti diatas mungkin kadang berkelebat dalam hati. Inilah serangkaian sugesti negatif yang acap membentuk bayang-bayang pesimisme dalam jiwa.
    And you know what? Energi negatif seperti itu akan diserap oleh Alam Semesta dan kemudian dibalikkan kepada raga Anda untuk menjadi KENYATAAN.
    Disini berlaku prinsip Law Of Attraction : what you think is what you get.
    Self talk negatif yang Anda pikirkan, akan mengembang, dan somehow benar-benar bisa menjadi fakta yang terasa begitu pahit.
    Reason # 2 : Bad Learning Spirit. Perjalanan panjang untuk mengubah nasib sungguh tak mudah dijalani. Melelahkan, dan butuh “kecerdasan jalanan” (street smart) yang membahana. Dan karena itu, learning spirit mesti terus dikibarkan.
    Sayangnya, banyak orang yang tidak “panjang akal”. Banyak orang yang tidak punya resourfulness (punya kemandirian untuk belajar dan mencari solusi hingga tuntas, dan bukan manja, terus bertanya, dan malas mencari solusi secara mandiri). Inginnya terus dibimbing seperti anak SD. Tidak punya inisiatif untuk belajar secara mandiri, dan menemukan solusi yang aplikabel.
    Perjalanan mengubah nasib dan level kemakmuran pasti akan nyungsep saat self-learning spirit dan resourcefulness itu lenyap dari raga kita.
    Reason # 3 : No Action Talk Only. NATO. Ini nih orang yang terlalu banyak celoteh, so keminter, namun ndak jalan-jalan. Kapan sugihe Le, nek sampeyan ndobos thok. Ndak pernah action.
    Saya punya teman yang memiliki karakter NATO ini. Setiap kali ketemu, bicara panjang lebar tentang rencananya, mau melakukan ini, dan itu, serta blah blah lainnya.
    Bulan depan ketika ketemu, dia ya masih ngomong hal yang sama. Dan yang keren, hampir semua rencananya itu belum ada yang dijalankan. Ini seperti orang delusional. Senenge ngalamun thok.
    Atau ada juga orang yang memang ingin berubah. Semua rencananya dipendam dalam hati (baguslah, orang ini tidak banyak omong).
    Namun hasilnya ternyata sama : apa yang dipendam dalam hati itu, terus saja dipendam sampai rambutnya ubanan. Alias no action juga.
    Mungkin orang itu malas. Mungkin orang itu suka menunda-nunda. Tunda terus saja sampai sampeyan pensiun mas. Baru setelah pensiun, kaget, lho kok tabunganku ndak cukup untuk hidup. Modyar kon.
    Reason # 4 : Low Resiliency. Oke, akhirnya mungkin orang itu sudah mau bergerak. Akhirnya mau take action. Namun sayangnya, kurang gigih. Low level of resiliency. Begitu menghadapi problem, langsung menyerah. Langsung bubar jalan. Atau ngambek.
    Padahal puluhan studi tentang perubahan nasib manusia, menulis : elemen paling kunci dalam perjuangan mengubah level penghasilan itu adalah resiliensi, daya juang, keuletan dan kegigihan.
    Sebab narasi kesuksesan itu acap ditentukan, oleh sejauh mana kamu bisa terus berjalan saat cobaan demi cobaan datang menghadang. Saat kamu bisa bangun 9 kali, ketika kamu menemui kegagalan 8 kali.
    Reason # 5 : PELIT. Elemen terakhir ini simpel, dan berurusan dengan dimensi spiritualitas.
    Alasan terakhir ini layak kita sebut, karena bersifat anti-tesa dengan ajaran klasik yang bunyinya seperti ini : The more you give, the more you get. Semakin banyak Anda memberi, Anda justu akan semakin kaya.
    Jalan keberkahan mungkin bisa terus terbuka, saat kita tekun memberi (memberi sedekah senyuman, sedekah ilmu, sedekah materi, atau juga sedekah kebaikan yang terus mengalir).
    Saat kita punya keikhlasan untuk berbagi kebaikan, mungkin pintu rezeki akan selalu datang dari arah yang tak terduga-duga.
    DEMIKIANLAH, lima reason kunci yang layak dikenang kenapa kita stuck dalam jalan hidup yang serba pas-pasan. Lima elemen itu adalah : 1) jiwa yang pesimis 2) learning spirit yang buruk, 3) no action talk only 4) low resiliency dan 5) PELIT.
    Selamat bekerja, teman. Selamat berbagi kebaikan demi keberkahan bersama.
    - See more at: http://strategimanajemen.net/2015/03/09/5-alasan-kenapa-sebagian-besar-orang-penghasilannya-tetap-kecil-hingga-akhir-hayatnya/#sthash.E38G8vOY.dpuf
    faceMendapatkan rezeki barokah yang terus tumbuh mungkin harapan banyak orang. Sebab jika income kita hanya tumbuh 5% per tahun, kita mungkin tidak akan bisa menyisihkan uang untuk investasi. Dan itu artinya, kita bisa mengalami kenestapaan saat kelak kita sudah pensiun dari kerja.
    Pada sisi lain, harga tanah dan rumah kian melesat. Tanpa pertumbuhan rezeki yang signifikan, banyak pasangan muda yang tidak akan sanggup beli rumah, dan terkena sindrom MTMM + SM = mangan turu melu morotuo, sampe mati.
    Pertanyaannya adalah ini : kenapa sebagian besar orang pertumbuhan penghasilannya stagnan, dan tak kunjung bisa makmur? Kita akan melacaknya di pagi hari ini, sambil ditemani secangkir kopi hangat.
    Sejatinya ada sejumlah faktor yang mungkin bisa menjelaskan kenapa sebagian besar tidak bisa kaya hingga akhir hayatnya. Namun disini, kita hanya ingin melacak 5 alasan fundamental yang layak dikenang.
    Reason # 1 : Pessimism. Ini soal mindset, soal belief yang bersemayam dalam alam bawah sadar. Sering, tanpa sadar banyak orang yang memiliki kilatan pesimisme dalam hatinya.
    Waduh biaya hidup kok makin mahal ya. Hidup kok makin susah ya. Ah, saya pasti tidak mungkin jadi direktur. Saya tidak punya bakat untuk jadi pengusaha sukses. Aduh, jangan-jangan saya tidak akan bisa beli rumah sampai pensiun nanti.
    Rentetan “negative self talk” seperti diatas mungkin kadang berkelebat dalam hati. Inilah serangkaian sugesti negatif yang acap membentuk bayang-bayang pesimisme dalam jiwa.
    And you know what? Energi negatif seperti itu akan diserap oleh Alam Semesta dan kemudian dibalikkan kepada raga Anda untuk menjadi KENYATAAN.
    Disini berlaku prinsip Law Of Attraction : what you think is what you get.
    Self talk negatif yang Anda pikirkan, akan mengembang, dan somehow benar-benar bisa menjadi fakta yang terasa begitu pahit.
    Reason # 2 : Bad Learning Spirit. Perjalanan panjang untuk mengubah nasib sungguh tak mudah dijalani. Melelahkan, dan butuh “kecerdasan jalanan” (street smart) yang membahana. Dan karena itu, learning spirit mesti terus dikibarkan.
    Sayangnya, banyak orang yang tidak “panjang akal”. Banyak orang yang tidak punya resourfulness (punya kemandirian untuk belajar dan mencari solusi hingga tuntas, dan bukan manja, terus bertanya, dan malas mencari solusi secara mandiri). Inginnya terus dibimbing seperti anak SD. Tidak punya inisiatif untuk belajar secara mandiri, dan menemukan solusi yang aplikabel.
    Perjalanan mengubah nasib dan level kemakmuran pasti akan nyungsep saat self-learning spirit dan resourcefulness itu lenyap dari raga kita.
    Reason # 3 : No Action Talk Only. NATO. Ini nih orang yang terlalu banyak celoteh, so keminter, namun ndak jalan-jalan. Kapan sugihe Le, nek sampeyan ndobos thok. Ndak pernah action.
    Saya punya teman yang memiliki karakter NATO ini. Setiap kali ketemu, bicara panjang lebar tentang rencananya, mau melakukan ini, dan itu, serta blah blah lainnya.
    Bulan depan ketika ketemu, dia ya masih ngomong hal yang sama. Dan yang keren, hampir semua rencananya itu belum ada yang dijalankan. Ini seperti orang delusional. Senenge ngalamun thok.
    Atau ada juga orang yang memang ingin berubah. Semua rencananya dipendam dalam hati (baguslah, orang ini tidak banyak omong).
    Namun hasilnya ternyata sama : apa yang dipendam dalam hati itu, terus saja dipendam sampai rambutnya ubanan. Alias no action juga.
    Mungkin orang itu malas. Mungkin orang itu suka menunda-nunda. Tunda terus saja sampai sampeyan pensiun mas. Baru setelah pensiun, kaget, lho kok tabunganku ndak cukup untuk hidup. Modyar kon.
    Reason # 4 : Low Resiliency. Oke, akhirnya mungkin orang itu sudah mau bergerak. Akhirnya mau take action. Namun sayangnya, kurang gigih. Low level of resiliency. Begitu menghadapi problem, langsung menyerah. Langsung bubar jalan. Atau ngambek.
    Padahal puluhan studi tentang perubahan nasib manusia, menulis : elemen paling kunci dalam perjuangan mengubah level penghasilan itu adalah resiliensi, daya juang, keuletan dan kegigihan.
    Sebab narasi kesuksesan itu acap ditentukan, oleh sejauh mana kamu bisa terus berjalan saat cobaan demi cobaan datang menghadang. Saat kamu bisa bangun 9 kali, ketika kamu menemui kegagalan 8 kali.
    Reason # 5 : PELIT. Elemen terakhir ini simpel, dan berurusan dengan dimensi spiritualitas.
    Alasan terakhir ini layak kita sebut, karena bersifat anti-tesa dengan ajaran klasik yang bunyinya seperti ini : The more you give, the more you get. Semakin banyak Anda memberi, Anda justu akan semakin kaya.
    Jalan keberkahan mungkin bisa terus terbuka, saat kita tekun memberi (memberi sedekah senyuman, sedekah ilmu, sedekah materi, atau juga sedekah kebaikan yang terus mengalir).
    Saat kita punya keikhlasan untuk berbagi kebaikan, mungkin pintu rezeki akan selalu datang dari arah yang tak terduga-duga.
    DEMIKIANLAH, lima reason kunci yang layak dikenang kenapa kita stuck dalam jalan hidup yang serba pas-pasan. Lima elemen itu adalah : 1) jiwa yang pesimis 2) learning spirit yang buruk, 3) no action talk only 4) low resiliency dan 5) PELIT.
    Selamat bekerja, teman. Selamat berbagi kebaikan demi keberkahan bersama.
    - See more at: http://strategimanajemen.net/2015/03/09/5-alasan-kenapa-sebagian-besar-orang-penghasilannya-tetap-kecil-hingga-akhir-hayatnya/#sthash.E38G8vOY.dpuf
    faceMendapatkan rezeki barokah yang terus tumbuh mungkin harapan banyak orang. Sebab jika income kita hanya tumbuh 5% per tahun, kita mungkin tidak akan bisa menyisihkan uang untuk investasi. Dan itu artinya, kita bisa mengalami kenestapaan saat kelak kita sudah pensiun dari kerja.
    Pada sisi lain, harga tanah dan rumah kian melesat. Tanpa pertumbuhan rezeki yang signifikan, banyak pasangan muda yang tidak akan sanggup beli rumah, dan terkena sindrom MTMM + SM = mangan turu melu morotuo, sampe mati.
    Pertanyaannya adalah ini : kenapa sebagian besar orang pertumbuhan penghasilannya stagnan, dan tak kunjung bisa makmur? Kita akan melacaknya di pagi hari ini, sambil ditemani secangkir kopi hangat.
    Sejatinya ada sejumlah faktor yang mungkin bisa menjelaskan kenapa sebagian besar tidak bisa kaya hingga akhir hayatnya. Namun disini, kita hanya ingin melacak 5 alasan fundamental yang layak dikenang.
    Reason # 1 : Pessimism. Ini soal mindset, soal belief yang bersemayam dalam alam bawah sadar. Sering, tanpa sadar banyak orang yang memiliki kilatan pesimisme dalam hatinya.
    Waduh biaya hidup kok makin mahal ya. Hidup kok makin susah ya. Ah, saya pasti tidak mungkin jadi direktur. Saya tidak punya bakat untuk jadi pengusaha sukses. Aduh, jangan-jangan saya tidak akan bisa beli rumah sampai pensiun nanti.
    Rentetan “negative self talk” seperti diatas mungkin kadang berkelebat dalam hati. Inilah serangkaian sugesti negatif yang acap membentuk bayang-bayang pesimisme dalam jiwa.
    And you know what? Energi negatif seperti itu akan diserap oleh Alam Semesta dan kemudian dibalikkan kepada raga Anda untuk menjadi KENYATAAN.
    Disini berlaku prinsip Law Of Attraction : what you think is what you get.
    Self talk negatif yang Anda pikirkan, akan mengembang, dan somehow benar-benar bisa menjadi fakta yang terasa begitu pahit.
    Reason # 2 : Bad Learning Spirit. Perjalanan panjang untuk mengubah nasib sungguh tak mudah dijalani. Melelahkan, dan butuh “kecerdasan jalanan” (street smart) yang membahana. Dan karena itu, learning spirit mesti terus dikibarkan.
    Sayangnya, banyak orang yang tidak “panjang akal”. Banyak orang yang tidak punya resourfulness (punya kemandirian untuk belajar dan mencari solusi hingga tuntas, dan bukan manja, terus bertanya, dan malas mencari solusi secara mandiri). Inginnya terus dibimbing seperti anak SD. Tidak punya inisiatif untuk belajar secara mandiri, dan menemukan solusi yang aplikabel.
    Perjalanan mengubah nasib dan level kemakmuran pasti akan nyungsep saat self-learning spirit dan resourcefulness itu lenyap dari raga kita.
    Reason # 3 : No Action Talk Only. NATO. Ini nih orang yang terlalu banyak celoteh, so keminter, namun ndak jalan-jalan. Kapan sugihe Le, nek sampeyan ndobos thok. Ndak pernah action.
    Saya punya teman yang memiliki karakter NATO ini. Setiap kali ketemu, bicara panjang lebar tentang rencananya, mau melakukan ini, dan itu, serta blah blah lainnya.
    Bulan depan ketika ketemu, dia ya masih ngomong hal yang sama. Dan yang keren, hampir semua rencananya itu belum ada yang dijalankan. Ini seperti orang delusional. Senenge ngalamun thok.
    Atau ada juga orang yang memang ingin berubah. Semua rencananya dipendam dalam hati (baguslah, orang ini tidak banyak omong).
    Namun hasilnya ternyata sama : apa yang dipendam dalam hati itu, terus saja dipendam sampai rambutnya ubanan. Alias no action juga.
    Mungkin orang itu malas. Mungkin orang itu suka menunda-nunda. Tunda terus saja sampai sampeyan pensiun mas. Baru setelah pensiun, kaget, lho kok tabunganku ndak cukup untuk hidup. Modyar kon.
    Reason # 4 : Low Resiliency. Oke, akhirnya mungkin orang itu sudah mau bergerak. Akhirnya mau take action. Namun sayangnya, kurang gigih. Low level of resiliency. Begitu menghadapi problem, langsung menyerah. Langsung bubar jalan. Atau ngambek.
    Padahal puluhan studi tentang perubahan nasib manusia, menulis : elemen paling kunci dalam perjuangan mengubah level penghasilan itu adalah resiliensi, daya juang, keuletan dan kegigihan.
    Sebab narasi kesuksesan itu acap ditentukan, oleh sejauh mana kamu bisa terus berjalan saat cobaan demi cobaan datang menghadang. Saat kamu bisa bangun 9 kali, ketika kamu menemui kegagalan 8 kali.
    Reason # 5 : PELIT. Elemen terakhir ini simpel, dan berurusan dengan dimensi spiritualitas.
    Alasan terakhir ini layak kita sebut, karena bersifat anti-tesa dengan ajaran klasik yang bunyinya seperti ini : The more you give, the more you get. Semakin banyak Anda memberi, Anda justu akan semakin kaya.
    Jalan keberkahan mungkin bisa terus terbuka, saat kita tekun memberi (memberi sedekah senyuman, sedekah ilmu, sedekah materi, atau juga sedekah kebaikan yang terus mengalir).
    Saat kita punya keikhlasan untuk berbagi kebaikan, mungkin pintu rezeki akan selalu datang dari arah yang tak terduga-duga.
    DEMIKIANLAH, lima reason kunci yang layak dikenang kenapa kita stuck dalam jalan hidup yang serba pas-pasan. Lima elemen itu adalah : 1) jiwa yang pesimis 2) learning spirit yang buruk, 3) no action talk only 4) low resiliency dan 5) PELIT.
    Selamat bekerja, teman. Selamat berbagi kebaikan demi keberkahan bersama.
    - See more at: http://strategimanajemen.net/2015/03/09/5-alasan-kenapa-sebagian-besar-orang-penghasilannya-tetap-kecil-hingga-akhir-hayatnya/#sthash.E38G8vOY.dpuf

    5 Tips Hindari Jebakan Investasi Bodong

    Sebuah data mencatat, dalam 12 tahun terakhir ini sekitar Rp 45 triliun dana raib karena terjebak penipuan investasi. Nah, agar tidak terjebak dengan tipuan investasi bodong, simak beberapa tips berikut ini.
    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun mencatat, hingga Maret 2014 terdapat sekitar 238 kasus investasi bodong. Salah satu contoh kasus penipuan investasi adalah koperasi langit biru yang terjadi pada 2012 lalu. Koperasi ini menggalang dana dari sekitar 115.000 nasabah hingga mencapai Rp 500 miliar. Padahal izin yang dimiliki hanya pengelolaan daging dan koperasi konsumsi.
    Untuk mencegah kerugian konsumen, OJK telah menerapkan sanksi bagi pelaku penipuan dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara. Selain itu, OJK pun melengkapi pemahaman masyarakat akan investasi dengan beberapa tips berikut yang bisa Anda lakukan agar tidak terjebak investasi bodong:
    1. Kenali produk investasi

    Anda sebaiknya mencari tahu terlebih dulu tentang bidang investasi, karakter produk, maupun risiko dari produk investasi yang ditawarkan.
    1. Perhatikan imbal hasil

    Sebelum menempatkan dana Anda, perhatikan tingkat kewajaran dari imbal hasil yang ditawarkan dalam produk investasi tersebut. Anda bisa membandingkan imbal hasil tersebut dengan rata-rata bunga bank dan keuntungan bisnis. Saat ini rata-rata bunga bank berkisar antara 7%-10% per tahun, sementara untuk bisnis 15%-20% per tahun.
    1. Pastikan perusahaan investasi memiliki izin

    Anda harus memastikan orang atau perusahaan yang menawarkan produk investasi memiliki izin sesuai dengan bidang atau bisnisnya. Selain itu, Anda perlu memastikan produk tersebut memiliki terdaftar atau izin dari otoritas yang berwenang.
    1. Pelajari produk investasi

    Untuk mendapatkan keuntungan dari investasi yang aman, Anda harus mempelajari dan mencari informasi tentang produk-produk investasi. Pemahaman ini akan menghindarkan Anda dari penipuan investasi.
    1. Laporkan penipuan investasi

    2. Segera laporkan kepada pihak berwenang jika Anda mendapatkan tawaran investasi yang mencurigakan atau terlanjur menempatkan dana dalam investasi bodong. Khusus produk investasi di sektor keuangan, Anda bisa melaporkan tindak penipuan kepada Satgas Waspada Investasi OJK melalui call center di nomor 021-500655 atau email ke konsumen@ojk.go.id.
      Dengan tips tadi, diharapkan Anda bisa mulai berinvestasi dengan aman dan mempercayakan dana Anda pada layanan keuangan yang tepat. Selamat berinvestasi!

      sumber:https://www.cekaja.com/info/5-tips-hindari-jebakan-investasi-bodong/

    Kamis, 05 Maret 2015

    Manajemen Keuangan Keluarga

    Training Manajemen Keuangan Keluarga adalah sebuah training atau pelatihan yang tidak hanya mentransfer knowledge (pengetahuan) tentang keuangan, tetapi juga mentransfer skill (keterampilan) dari trainer ke audiens.  Dalam training ini, peserta tidak hanya menggali masalah yang meraka hadapi, tetapi memberikan solusi kongkrit terhadap permasalahan manajemen keuangan keluarga mereka.
    Manajemen keuangan keluarga adalah sebuah langkah-langkah atau strategi dalam memahami permasalahan keuangan keluarga untuk dicarikan sebuah solusi terhadap dinamika keuangan dalam sebuah keluarga.
    Dalam manajemen keuangan keluarga, fungsi waktu menjadi penting dikarenakan dengan waktu (timing) yang tepat, momentum persoalan keluarga bisa diselesaikan.  Misalkan ketika anak Anda butuh biaya untuk masuk SMP, ketika itu Anda tidak punya biaya, maka yang terjadi adalah Anda bisa panik secara keuangan (panic financing), yang dengan kepanikan tersebut bisa mempengaruhi psikologis Anda. 
    Tetapi bayangkan, ketika Anda butuh dana buat anak Anda masuk sekolah dalam jumlah besar, Anda tinggal mencairkan aset Investasi Anda, seperti emas logam mulia atau reksadana Anda, maka persoalan keuangan menjadi selesai.
    Disinilah fungsi waktu sebagai arah akan kemana Anda hari ini dengan uang Anda.  Secara tidak langsung, posisi uang Anda turut menentukan kepribadian Anda. Jadi psikologi tentang uang, akan terkait sekali dengan manajemen keuangan dalam keluarga Anda.
    Berikut beberapa cara atau gaya Anda dan keluarga Anda dalam menjalankan manajemen keuangan keluarga
    • 1.    Manajemen jam pasir
    Pernakah Anda melihat jam pasir, yang pada zaman dahulu menjadi penentu waktu?  Untuk saat ini jam pasir banyak digunakan di restoran-restoran waralaba fast food/ makanan siap saji seperti KFC dan Mc Donald yang menjadi pengingat berapa cepat makanan dan minuman yang tersaji dari sejak Anda memesan makanan dan minuman tersebut.
    Jika pergerakan jam pasir dari atas ke bawahnya sudah sampai sebelum makanan yang Anda pesan tersedia di depan Anda, maka Anda berhak untuk mendapatkan bonus tambahan makanan atau minuman sesuai dengan peraturan yang dibuat.
    Hubungannya dengan manajemen keuangan keluarga adalah kebanyakan dari karyawan atau pengusaha baru, antara pemasukan dan pengeluaran selalu habis tiap bulannya.  Sehingga tidak ada lagi uang atau aset yang tersisa untuk di tabung atau diinvestasikan.
    Otomatis tiap bulan, kas dari keuangan keluarga selalu kosong. Yang jadi masalah, bagaimana dengan kehidupan masa depannya ketika kas selalu kosong?
    • 2.    Manajemen jam analog
    Anda pernah melihat jam dinding di rumah Anda yang masih menggunakan jarum penunjuk yang berputar, itu disebut jam analog.  Hingga hari ini, dirumah-rumah kita masih menggunakan jam analog sebagai penanda waktu.
    Hubungannya dengan manajemen keuangan keluarga adalah hingga hari ini masih banyak dari kita yang menggunakan cara-cara konvensional seperti membagi uangnya dalam amplop-amplop.
    Setiap awal bulan atau setelah menerima gaji atau profit dari bisnis, Anda membagi uang Anda dalam pos-pos tertentu.  Misalnya Metode yang sering diajarkan dalam Pelatihan atau Training Manajemen Keuangan Keluarga oleh WealthFlow 19 Technology Inc., Motivation, Financial & Business Advisory (Lembaga Motivasi dan Perencanaan Keuangan) www.P3KCheckup.com adalah Modal Kerja, Investasi dan Konsumsi.  Walau antara satu keluarga dan keluarga lainnya berbeda kebutuhan dan keinginannya, panduan umumnya adalah 30% : 30% : 40%.
    Untuk warna amplop, bisa semuanya putih atau sesuai selera, warna pelangi misalnya.
    • 3.    Manajemen jam digital
    Jika dalam jam analog yang menjadi penanda waktunya adalah jarum jam, maka dalam jam digital adalah angka-angka yang berkedap-kedip seperti byte-byte dalam komputer.  Artinya manajemen keuangan keluarga dibagi berdasarkan prioritas kebutuhan dan keinginan yang dimasukkan dalam 3 account atau 3 rekening berbeda di sebuah lembaga keuangan, bank misalnya. 
    Manjemen jam digital ini biasa disebut uang digital, dikarenakan hanya terlihat dalam bentuk byte-byte komputer atau yang tercetak di kartu tabungan dari bank/lembaga keuangan yang menerbitkannya.
    • 4.    Manajemen jam suami isteri
    Untuk manajemen keuangan keluarga dengan menggunakan cara manajemen jam suami isteri, berarti lebih kepada fungsi pembagian tugas.  Misalnya setelah disepakati, yang menjadi bendahara negara atau bendahara keluarganya adalah isteri.  Jadi isteri memegang kendali 100% dalam pengelolaan dan manajemen keuangan keluarga.
    Atau bisa juga suami 100%, dimana yang pegang kendali keuangan adalah suami, isteri tunduk dan patuh pada otoritas dari suami.
    Atau bisa juga suami 50% dan isteri 50%, artinya pasangan tersebut sama-sama punya penghasilan dan berhak memegang kendali masing-masing 50% sesuai dengan kesepakatan dalam pengelolaan dan manajemen keuangan keluarga.
    Bisa juga suami + isteri = 1, maka ini yang disebut rekening bersama, dimana untuk mengeluarkan uang dari rekening, harus persetujuan suami dan isteri.
    • 5.    Manajemen jam online
    Yang terakhir, di luar bentuk-bentuk manajemen keuangan keluarga yang lainnya, maka antara rekening pribadi/keluarga dan rekening bisnis harus dipisah.  Ini cocok untuk Anda yang memiliki bisnis, tanpa harus terganggu dengan bercampurnya kebutuhan dan keinginan pribadi/keluarga dengan bisnis yang Anda jalankan.
    Apapun pilihan Anda dalam membuat manajemen keuangan keluarga, pastikan terjalin komunikasi antara Anda dan pasangan Anda serta orang-orang yang ada di rumah Anda, anak dan keponakan misalnya.
    Jika ada yang kurang jelas atau Anda ingin mengundang kami sebagai instruktur Pelatihan dalam Manajemen Keuangan Keluarga, baik perusahaan, organisasi, komunitas dll bisa klik link berikut.
    Selamat merencanakan manajemen keuangan keluarga Anda!  

    sumber: http://p3kcheckup.com/article/143037/training-manajemen-keuangan-keluarga.html

    Apa Yang Perlu Jadi Pertimbangan Saat Mulai Usaha?

    REPUBLIKA.CO.ID, Ketika akan memulai suatu jenis usaha, dengan modal terbatas (Rp 10 juta hingga Rp 20 juta) apakah yang harus dijadikan pertimbangan, Pak?

    1. Ketertarikan pada jenis usaha tertentu?
    2. Melihat market?
    3. Melihat tren?

    Arief Hadillah

    Jawaban:

    Salam untuk Mas Arief, senang melihat semangat berusaha untuk mandiri melalui wirausaha, karena kita selalu dituntut untuk berkreasi disegala bidang.

    Terkait dengan pertanyaan yang diajukan, maka saya perlu sampaikan bahwa modalitas finansial adalah salah satu daya dukung bagi sebuah bisnis, namun bukan satu-satunya, sehingga perlu memahami secara meluas konsepsi bisnis yang hendak dijajaki.

    Ketiga opsi yang disediakan oleh Mas Arief juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan, peluang pasar yang diindikasi melalui jumlah total market dan selera dalam tren konsumen perlu dicermati.

    Termasuk didalamnya, ketertarikan pelaku usaha pada satu bidang usaha tertentu yang membuatnya memahami serta mengetahui kondisi aktual atas riil operasional bisnis juga merupakan hal yang vital.

    Prinsip dasarnya, ketika hendak menekuni bisnis yang harus dapat membentuk satu analisa usaha. Kita tentu tidak berbicara dalam kerangka yang rumit nan sulit seperti feasibility study ala korporasi.

    Bagi sektor UKM (Usaha Kecil Menengah) sebaiknya memperhatikan beberapa hal:

    1. Aspek Teknis: berkaitan dengan operasionalisasi usaha, tentang rutinitas proses yang akan dilakukan.

    2. Aspek Pasar: berhubungan dengan bagaimana segmentasi, target, serta meraih konsumen atau pelanggan.

    3. Aspek Keuangan: mengenai kebutuhan finansial, terkait set-up biaya, rencana harga jual, sampai besaran modal yang dibutuhkan.

    Setidaknya faktor tersebut diatas bisa dievaluasi secara sederhana, maka tentu akan lebih memantapkan usaha yang menjadi pilihan Pak Arief.

    Tentu tidak ada rumusan baku dari konsep kesuksesan, karena semua hal harus dilakukan dapat disesuaikan dengan kondisi yang menyertai.

    Memiliki rasa percaya diri dan sikap optimis adalah bagian penting dalam menjalankan usaha. Tentu kita tidak hendak berhadapan dengan resiko, tetapi ketika konsekuensi terburuk hadir, maka kita harus bersiap atas perubahan tersebut.

    Demikian yang dapat disarankan Pak Arief, sementara saat ini skema pembiayaan UKM melalui perbankan juga masih terlihat gencar sesuai arahan pemerintah dapat dijadikan sebagai alternatif pembiayaan.

    Salam Entrepreneur.

    sumber; http://www.republika.co.id/berita/konsultasi/kewirausahaan/14/03/07/n21uk9-apa-yang-perlu-jadi-pertimbangan-saat-mulai-usaha

    Bingung Memulai Usaha

    REPUBLIKA.CO.ID, Assalamualaikum...
    Saya berencana mau buka usaha, tapi saya tidak tahu mau usaha apa. Saya tidak ada dasar pengusaha atau dagang. Saya juga terkendala dana.
    Mohon solusinya.
    Terima kasih.
    Andi
    Padang

    Jawaban:
    Waalaikumsalam Wr Wb
    Salam untuk Mas Andi. Wah, orang Pa-Dang mestinya Pandai Ba-Dagang (it's a joke, ya). Sama halnya dengan hal tersebut, kemampuan berusaha tentu tidak dapat dikaitkan dengan kondisi etnisitas maupun soal keturunan.
    Kemampuan dan skill berwirausaha lebih ditumbuhkan melalui sikap mental, dan hal ini dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sekitarnya.
    Oleh karena itu kita akan wajar melihat bila anak pengusaha menjadi terlatih berusaha karena dalam menu kesehariannya mereka melihat role model kedua orang tuanya, sehingga mereka akan terbiasa melakukan perhitungan, melihat peluang dan lain-lain.
    Namun sekali lagi, hal tersebut bukan semata penentu kesuksesan. Semua orang bisa menjadi pengusaha, namun belum tentu semua mau menerima konsekuensi sebagai pengusaha.
    Dan hal ini merupakan pilihan, bayangkan bila semua orang di dunia menjadi pedagang, lalu siapa yang akan berposisi menjadi pembeli?
    Setiap kali mendapatkan pertanyaan insan yang hendak ditahap awal memulai berwirausaha, maka hal yang terpenting dalam benak kita semua bahwa pengusaha berarti bekerja lebih keras, karena Anda membayar kebutuhan Anda sendiri.
    Jangan kemudian melirik stereotipe pengusaha ala cerita fiksi yang duduk berleha dan uang mendatangi. Tentu realitanya tidak bisa seperti hal tersebut.
    Nah, bila hal ini telah terpatri dengan baik, maka kemudian aspek skill akan dilatih dalam berusaha, yakni melihat peluang, melakukan perhitungan, dan mensimulasikan awalan bisnis yang akan dijalani.
    Tentu bukan kerja yang mudah, tetapi juga bukanlah sesuatu yang maha sulit, karena saat ini banyak akses informasi dan pendanaan yang bisa didapatkan dalam membangun start up bisnis.
    Perbanyak ketertarikan melalui pendalaman ilmu usaha melalui berbagai macam sumber literatur ataupun berbincang dengan pelaku usaha yang sudah memulai terlebih dahulu akan menjadikan kita lebih mantap dalam mendalami dunia usaha.
    Demikian Mas Andi, rasanya di Padang banyak sekali tokoh dunis usaha yang terkemuka, bisa jadi sumber inspirasi dan ide kreatif tentunya. Tetap bersemangat dan Salam Entrepreneur.

    sumber: http://www.republika.co.id/berita/konsultasi/kewirausahaan/14/03/09/n254m5-bingung-memulai-usaha

    Antara Menabung Emas dan Dana Darurat

    REPUBLIKA.CO.ID, Pak, saya ibu rumah tangga yang sebentar lagi akan mempunyai anak. Selama saya menikah kurang lebih 3 tahun, kami belum mempunyai tabungan. Gaji suami sebelumnya bersihnya Rp 3 juta dan punya utang di bank Rp 930 ribu, sekarang gaji bersih suami Rp 4 juta dan Alhamdulillah utang sudah lunas.

    Kalau di hitung-hitung sekarang sisa dari gaji suami Rp 1 juta, sebaiknya di tabung dalam bentuk emas atau berjangka? tapi saya belum punya dana darurat. Makasih


    Ria Pratiwi


    Jawaban WF 19
    Wa’alaikumsalam Wr Wb Bu Ria Pratiwi :-)

    Selamat, sebentar lagi Anda akan jadi seorang ibu buat buah hati tercinta. Tidak ada kebahagiaan terindah bagi keluarga seperti Anda berdua, selain kehadiran sang buah hati. 

    Alhamdulillah, Anda berdua sudah tidak memiliki hutang lagi dan kondisi saat ini masih surplus. Tetap pertahankan gaya hidup Anda yang seperti sekarang, karena tantangan ke depannya akan semakin besar. Mengapa saya katakan tantangan ke depannya semakin besar? Karena Anda akan memiliki anak yang konsekuensinya pengeluaran bulanan akan otomatis naik.

    Tetapi tidak perlu khawatir selalu ada jalan bagi Anda yang memiliki perencanaan keuangan keluarga. Berikut 3 langkah yang bisa Anda lakukan:

    1. Buat rencana persiapan kehadiran sang buah hatiSaat ini disela waktu senggang suami, coba Anda ajak suami untuk survei ke beberapa tempat persalinan, mulai dari bidan terdekat dari rumah Anda, klinik persalinan hingga puskesmas atau rumah sakit. Cek dan bandingkan berapa biaya yang harusnya Anda keluarkan. Buat simulasinya, mulai dari transport ketika Anda check up rutin mendekati hari H persalinan, biaya obat, bidan/dokter, biaya selama persalinan hingga peralatan dari sang bayi nantinya.

    Hitung semua dananya (baik di bidan terdekat dari rumah Anda, klinik persalinan hingga puskesmas atau rumah sakit), lalu cek juga apakah dari pihak kantor suami akan mengganti biaya-biaya tersebut apa tidak serta bandingkan dengan kondisi penghasilan dari suami Anda. Itulah sebenarnya dana yang Anda perlukan untuk bisa melahirkan dengan nyaman dan mengasuh sang buah hati Anda nantinya.

    2. Buat dana daruratDi luar kebutuhan biaya persalinan yang semakin dekat, seharusnya Anda berdua sudah memiliki dana darurat.  Untuk saat ini, minimal 6x pengeluaran bulanan Anda, jadi jika pengeluaran bulanan Anda adalah 3jt, maka minimal Anda harus punya dana Rp 18 juta buat kedepannya.

    Tetapi saat ini dikarenakan Anda belum memiliki tabungan sama sekali, alangkah baiknya Anda menyisihkan uang sebesar Rp 2 juta per bulannya hingga tercapai angka Rp 6 juta.  Jadi Anda butuh waktu 3 bulan lagi untuk bisa mencapainya.

    Walau terasa berat dan Anda mungkin berfikir tidak mungkin untuk mengurangi pengeluaran yang sudah terlanjur Rp 3 juta per bulan, coba Anda lihat kembali, kebutuhan rutin apa saja yang bisa Anda jarangkan, turunkan hingga hilangkan. Sembari di luar itu Anda mencoba mencari alternatif usaha lain agar kebutuhan hidup Anda yang Rp 3 juta bisa Anda penuhi.

    Dikarenakan fungsi dana darurat digunakan dalam kondisi darurat seperti terjadinya PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) secara tiba-tiba, sakit mendadak, menolong orang tua, biaya persalinan dan lain-lain maka Anda harus meletakkannya pada tempat yang sewaktu-waktu bisa Anda akses, misalnya di brankas di rumah, tabungan, deposito ataupun emas batangan.

    3. Investasi produktifDengan asumsi proteksi kesehatan Anda sudah di cover oleh perusahaan tempat suami bekerja, maka sisa dana yang telah tercapai tersebut, bisa Anda alokasikan sebagai dana Investasi. Jadi setelah 3 bulan berturut-turut Anda membuat dana darurat, maka pada bulan ke-empat Anda sudah bisa rutin memiliki 1jt untuk Anda tabung dan investasikan.

    Jadi Rp 250 ribu untuk dana darurat dan Rp 750 ribu untuk investasi setiap bulannya, dimana ketika Anda mendapatkan bonus lebih atau komisi dari pekerjaan atau usaha Anda yang lainnya, maka penuhi terlebih dahulu dana darurat sebesar Rp 18 juta.

    Beberapa alternatif penempatan dana investasi tadi adalah:

    a. Sektor riilTidak ada yang lebih berharga ketika isteri tidak bekerja, yakni dengan memberikan isteri keterampilan yang disukainya. Jika Anda sukanya memasak, kenapa tidak mencoba berbisnis kue dengan modal Rp 750 ribu dari dapur rumah Anda.

    Atau jika hobinya tulis menulis seperti saya, kenapa tidak belajar secara profesional dunia tulis menulis, baik fiksi maupun non fiksi. Dengan modal Rp 750 ribu, bisa berlipat ganda walau perlu proses didalamnya dan tentunya ada resiko tidak menghasilkan secara jangka pendek.

    b. ReksadanaAda beberapa pilihan untuk Anda yang ‘buta’ sama sekali dengan dunia reksadana, mulai dari Rp 100 ribu-Rp 250 ribu, Anda sudah bisa berinvestasi di reksadana sesuai dengan tujuan dan resiko yang akan Anda hadapi.

    c. EmasDi kebanyakan firma Perencana Keuangan, emas hanya berfungsi sebagai hedging (lindung nilai) dari inflasi, sehingga lebih cocok untuk dijadikan dana darurat. Ketika dibandingkan dengan reksadana atau saham misalnya, masih lebih tinggi reksadana atau saham untuk tingkat imbal hasilnya.

    Tetapi emas, pada kebanyakan masyarakat, khususnya masyarakat pedesaan, merupakan sebuah simbol kemerdekaan dari menurunnya nilai uang kertas kita dan uang elektronik kita hari ini. Untuk saat ini dikarenakan harga emas lagi turun, ketimbang tahun-tahun sebelumnya, harusnya saat inilah waktu yang tepat buat Anda berinvestasi. Karena 10 tahun lagi, harganya tentu akan naik secara signifkan.

    Emas juga bisa untuk membiayai dana pendidikan anak Anda nantinya. Dan usahakan Anda membeli emas khususnya emas batangan secara cash alias tunai dan diperuntukkan di atas 3 tahun. Lalu jika Anda sudah siap secara konsep dan teknis, Anda bisa menggunakan Dinar Emas dan Dirham Perak sebagai alat tukar yang bebas inflasi sebagai alat transaksi sehari-hari selain uang rupiah Anda.

    Selamat menyiapkan dana darurat, menabung dan berinvestasi!

    sumber: http://www.republika.co.id/berita/konsultasi/motivasi-keuangan/14/08/25/naudmn-antara-menabung-emas-dan-dana-darurat